Bank BSN Tanam 1.150 Bibit Mangrove di Pesisir Bali

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini isu tentang kerusakan lingkungan sedang marak terjadi di negara Indonesia.

Sebagai informasi bahwa definisi dari kerusakan lingkungan ialah penurunan kualitas lingkungan hidup yang disebabkan oleh sejumlah peristiwa alam atau perbuatan buruk manusia, contoh dari kerusakan lingkungan ialah seperti menurunnya kualitas air, udara, tanah, punahnya flora dan fauna, dan kerusakan ekosistem alam.

Kerusakan lingkungan tidak boleh disepelekan, karena kerusakan lingkungan dapat berdampak negatif signifikan terhadap kehidupan manusia, yakni meningkatkan frekuensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, wabah penyakit, dan sosial-ekonomi.

Sebagai contoh bahwa pada beberapa bulan yang lalu, Pulau Bali yang terkenal sebagai Pulau paling indah dan menjadi pusat wisata internasional justru mengalami bencana banjir yang sangat hebat.

Sejumlah pakar mengklaim bahwa bencana banjir di Pulau Bali disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tingginya curah hujan, alih fungsi lahan, sistem frainase yang tersumbat, kurangnya area resapan air, dan kurangnya aksi kepedulian/kelestarian lingkungan.

Oleh karena adanya bencana tersebut, maka saat ini pemerintah dan seluruh masyarakat harus melek dan sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam, dan mempunyai bentuk rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Baru-baru ini, Bank Syariah Nasional (BSN) telah resmi menggelar program tanggung jawab lingkungan dengan menanam 1.150 bibit mangrove di kawasan pesisir Teluk Benoa Bali.

Dalam pelaksanaannya, Bank BSN juga bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk program penanaman mangrove di pesisir Bali, seperti pihak Pemerintah Dinas Lingkungan Hidup, dan Lindungi Hutan yang merupakan perusahaan Startup dalam bidang kepedulian lingkungan.

Direktur Finance, Strategy and Treasury Bank BSN Abdul Firman menjelaskan, program penanaman mangrove dapat menjadi bukti bahwa pihak BSN memang serius dalam melakukan tanggung jawab lingkungan, dan sekaligus untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi sebagai amanah yang harus dirawat. Bumi bukan hanya warisan dari generasi sebelumnya, tetapi juga titipan bagi generasi yang akan datang

Menurut Abdul Firman, penanaman mangrove bukan semata-mata menjadi simbolis saja, melainkan sebagai bentuk nyata investasi masa depan, baik dalam segi lingkungan maupun generasi yang akan datang.

Abdul Firman mengaku bahwa pohon mangrove dinilai mempunyai banyak dampak positif, diantaranya adalah mencegah abrasi pantai, menjadi tempat berteduh serta makanan bagi biota laut, menjadi filter atau pembersih alami air laut dari polutan, menyerap karbondioksida dan menekan emisi gas rumah kaca, mampu dijadikan sebagai obat herbal, dan mampu menekan tingkat bencana banjir/tsunami/tanah longsor.

Program yang digelar oleh pihak BSN tersebut telah selaras dengan peraturan Pemerintahan tentang Corporate Social Responsibility (CSR) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Program CSR merupakan upaya sukarela dan kewajiban perusahaan untuk bertanggung jawab atas segala dampak negatif yang telah ditimbulkan dari kegiatan operasional perusahaan, tanggung jawab yang dimaksud ialah perusahaan harus bertanggung jawab dalam sektor sosial dan lingkungan sekitar perusahaan.

Sedangkan, SDGs merupakan suatu program dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang berfokus untuk menjaga bumi agar tetap asri, berkelanjutan, dan meningkatkan taraf hidup rakyat. Dalam pelaksanaannya, maka terdapat 17 pilar dalam program SDGs, yakni meliputi pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, aksi iklim, energi bersih, dan lainnya.

Peraturan tentang penerapan CSR dan SDGs telah resmi tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, Pasal 74 Ayat 1 dan Pasal 74 Ayat 2 membahas mengenai (CSR). Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 dan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 membahas mengenai (SDGs).

Berdasarkan sejumlah jurnal penelitian ilmiah, maka dijelaskan bahwa CSR dan SDGs mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Bahkan, pemerintah telah mempunyai penilaian resmi tentang keberhasilan perusahaan dalam mengimplementasikan CSR dan SDGs, dan penilaian tersebut diberinama variabel “PROPER”.

Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan yang berbondong-bondong untuk menerapkan kepedulian sosial dan lingkungan.

 

Menjaga Kelestarian Lingkungan

Dukung Investasi Hijau, Bank BSN Tanam Ribuan Mangrove di Teluk Benoa

Direktur Finance, Strategy and Treasury Bank BSN Abdul Firman mengatakan, pihaknya berharap agar penanaman mangrove di pesisir Pulau Bali dapat berdampak positif signifikan terhadap kehidupan warga, sekaligus juga menjadi langkah awal untuk menginspirasi para masyarakat sekitar dan para industri untuk lebih lagi peduli terhadap lingkungan.

Abdul Firman juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mendukung dan berpartisipasi langsung dalam program penanaman 1.150 pohon mangrove di kawasan pesisir Pulau Bali.

Abdul Firman mengaku bahwa bank BSN akan mengembangkan dan memperluas cakupan program-program kepedulian sosial dan lingkungan di seluruh daerah Indonesia, khususnya di daerah yang rawan terjadi kerusakan lingkungan.

Field Coordinator LindungiHutan, Samuel Pranowo Sandrianto mengatakan, program penanaman 1.150 mangrove bukan hanya bermanfaat untuk memberikan oksigen saja, melainkan juga untuk melestarikan tanah, membantu meningkatkan roda perekonomian masyarakat, dan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar pesisir pantai.

Related posts